Info Informatika

Mari Berbagi Pengetahuan Informatika. Belajar dan Belajar Dunia IT

Jasa Pembuatan Aplikasi

Menerima Pesanan Aplikasi Website, Aplikasi Desktop VB.net, Mobile Android - Blackberry

Terima Kasih Telah Berkunjung

Jaya Terus Dunia Informatika...

Sabtu, 21 November 2009

Free Webhosting PHP, MYSQL, POSTGRAS, Oracle8i

 Nah Kalian sedang mencari webhosting Di sini..Ada sejuta webhosting di google tapi yang keluar hanya itu - itu saja. karna webhosting mereka sudah ternama dan terkenal..
mau tau webhosting yang sering di gunakan banyak orang. mari kita telusuri.

  1. http://www.Host-ed.net/     Host-ed is leading Web Hosting Provider with high quality customer service. Our stable and innovative hosting platform, extensively examined and consistently reliable, exceeds your expectations. It is the exceptional service that makes us a leader in the ...


      2. BATCAV Free cPanel hosting with php 5 -safe mode OFF, MySQL 5, free subdomain or host your   
                          own domain. POP3/IMAP/SMTP email, FTP, forum and ticket based support, fast   
                           servers, 
                          and NO ADS on your ste pages. Immediate setup.


         3.  izfree.com//Free hosting, absolutely free of charge. Offer SSL and PHP5


         4. mySitePage.com//  Emenace provides free web hosting for both personal and business websites. 
                                      Emenace provides a generous amount of disk space and bandwidth (10GB). All 
                                      user websites are completely bannerless (no ads).



Model Referensi OSI dan TCP/IP

          Model Referensi OSI
                Dijelaskan pada gambar dibawah (tanpa medium fisik) Model OSI (Open Systeem Interconection) diciptakan berdasarkan sebuah proposal yang dibuat oleh the International Standards Organization (ISO) sebagai langkah awal menuju standarisasi protokol internasional yang digunakan pada berbagai layer (Day dan Zimmerman, 1983) . Model ini disebut ISO OSI Referensi Model karena model itu ditujukan bagi pengoneksian Open system. Open system dapat diartikan sebagai suatu sistem yang terbuka untuk berkomunikasi dengan sistem-sistem lainnya .
Untuk ringkasnya, kita akan menyebut model tersebut sebagai model OSI saja.
Model OSI memiliki 7 layer.

Prinsip - prinsip yang digunakan bagi ke 7 layer tersebut adalah:
1. Sebuah layer harus dibuat bila diperlukan tingkat abstraksi yang berbeda
2. Setiap layer harus memiliki fungsi - fungsi tertentu
3. Fungsi setiap layer harus dipilih dengan teliti sesuai dengan ketentuan
     standar protokol internasional
4. Batas- batas layer diusahakan agar meminimalkan aliran informasi yang
      melewat interface
5. Jumlah layer harus cukup banyak, sehingga fungsi-fungsi yang berbeda tidak
    perlu disatukan dalam satu layer diluar keperluannya. Akan tetapi jumlah
    layer juga harus diusahakan sesedikit mungkin, sehingga arsitektur jaringan
    tidak menjadi sulit diakai.


OSI bukan merupakan suatu arsitektur jaringan, karena
-          model ini tidak menjelaskan secara pasti layanan dan protokolnya untuk digunakan pada setiap layernya.
-          Model OSI hanya menjelaskan tentang apa yang harus dikerjakan oleh sebuah layer.
Akan tetapi OSI juga telah membuat standard untuk semua layer, walaupun standard- standard ini bukan merupakan model referensi itu sendiri. Setiap layer telah dinyatakan sebagai standard internasional yang terpisah. Ada 7 Layer dalam OSI

  1.  Pysichal Layer
  2. Data Link
  3. Network
  4. Transport
  5. sesion
  6. Presentation
  7. Application

Model REferensi TCP/IP

                      Awalnya Model referensi TCP/IP digunakan oleh semua jaringan komputer ARPANET, yang pada akhirnya dipergunakan pada jaringan Internet.
ARPANET adalah jaringan riset yang disponsori oleh DoD ( Depertemen Pertahanan Amerika Serikat - US Departement of Defence). Pada saat itu ARPANET menghubungkan ratusan Universitas dan Insatnsi pemerintah dengan menggunakan kabel telepon sewaan. Pada saat sateilt dan radio ditambahkan ke sistem, ternyata protoko-protokolnya mendapatkan kesulitan dalam menghubungkan komputer-komputer yang tergabung. Untuk itu diperlukan model refernsi baru yang mampu untuk menghubungkan jaringan-jaringan komputer secara bersama-sama tanpa melihat adanya perbedaan-perbedaan yang merupak tujuan utama rancangan sejak saat itu. Arsitektur ini kemudian dikenal dengan model Refernsi TCP/IP.
Tujuan utama model Referensi TCP/IP adalah mengusahakan agar jaringa-jaringan yang telah ada mampu mempertahankan diri dari hilanya hardware-hardware subnet, dimana percakapan yang ada tidak terputus. Hal ini timbul akibat dari kekhawatiran Dod bahwa Host, router dan gateway internet yang sangat berharga itu akan tidak terpakai lagi. Dengan kata lain Dod mengharapkan koneksi tetap utuh selama mesin sumber dan mesin yang dituju tetap berfungsi, sekalipun sebagian mesin dan jalur transmisi yang terhubung menyulitkan operasi-operasi. Ada 4 Layer Dalam TCP/IP

  1. Internet
  2. Transport
  3. Application
  4. Host to Network


Perbandingan Antara Model Referensi OSI dan TCP/IP
Kedua model tersebut mempunyai banyak persamaan keduanya didasarkan pada konsep tumpukan (stack) protokol-protokol independent
misalnya :
1.      keduanya mempunyai layer-layer bersusun
2.      terdapat tarnsport layer
3.      layer-layer yang ada di atas transport layer merupakan pengguna-pengguna yang berorientasi aplikasi layanan transport.

Perbedaannya:
-          OSI,  memiliki 7 layer sedangkan TCP/IP hanya empat layer
-          OSI,  Komunikasi menunjang komunikasi COC pada network layer, dan hanya CO yang ada pada Transport layer, sedangkan pada TCP/IP hanya memiliki satu mode dalam network layer (Connectionless)


Rabu, 18 November 2009

Pengertian SEGMENT, ExTANCE, BLOCK

SEGMENT

                  Segment adalah tipe untuk objek – objek yang persistent (disimpan permanen di disk).
Adapun tipe – tipe non–segment antara lain. Character, string (Varchar), raw, integer, float dan
Boolean.
CREATE PROCEDURE p1 AS
c char (2);
d date;
n number (4);
v varchar (30);
begin
c : =’AB’;
d := to_date (‘20 – 12 – 2001’; ‘DD-MM-YY’);
n ; = 100000;
v : = ‘DBA_TABLES’;
END;
                   Dari procedure atau function di atas bahwa objek dari tipe – tipe non-persistent dapat
dinyatakan sebagai Objek (Variable atau Constant).
Ada 5 jenis segment yang bisa kita hapal dengan singkat yaitu TICUS (Table Index Cluster
Sort). Adapun daftar yang lebih lengkap dari jenis segment diantaranya;


 
 

Extent

Diagram tipe berikut menggambarkan extance sebagai tipe, dengan oprasi – oprasi yang
berlaku atas objek-objek bertipe, sebagai berikut :


Gambar 10-2 Objek bertipe Extance, tidak Bisa Di Beri Nama
Terlihat bahwa extance tidak nisa diberi nama (dibandingkan dengan segment yang bisa
memiliki nama), dan bahwa oprasi yang berlaku hanyalah ALLOCATE dan DEALLOCATE. Definisi
Lengkap untuk Extance adalah sebuah Objek yang merupakan gabungan satu atau lebih objek
bertipe block sehingga block-block tersebut contiguous. Sederetan block-block yang tidak
contiguous bukanlah suatu extance.
Block
Oprasi yang berlaku bagi block adalah oprasi DEALLOCATE. Oprasi ini tidak khusus bagi
block saja (melainkan berlaku bagi extance dan block). Kendali terhadap pemakaian storage
dilekukan lewat berbagai cara :
1. Level database
Jumlah maximum data file (menentukan maximum tablespace)
2. Level segment
Jumlah macimum extance
3. Level block
DB_BLOCK_SIZE PCTFREE dan PCTUSED
Pemakaina block deikendalikan oleh nilai 2 parameter PCTFREE dan PCTUSED;
parameter yang diberikan saat oprasi CREATE TABLE, INDEX, ALTER TABLE dan ALTER INDEX.
Bila pemakaian suatu block di bawah PCTUSED, maka oprasi INSERT diperbolehkan masuk row
ke block tersebut.

Minggu, 08 November 2009

Pengertian e-commerce

Electronic Commerce (Perniagaan Elektronik), sebagai bagian dari Electronic Business(bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission),oleh para ahli dan pelaku bisnis dicoba dirumuskan definisinya. Secaraumum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuktransaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods andservice) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yangtelah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakanbagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya, "e-commerce is a part of e-business".

Media elektronik yang dibicarakan di dalam tulisan ini untuk sementara hanya difokuskan dalam hal penggunaan media internet. Pasalnya,penggunaan internetlah yang saat ini paling populer digunakan olehbanyak orang, selain merupakan hal yang bisa dikategorikan sebagai halyang sedang ‘booming’. Perlu digarisbawahi, dengan adanya perkembanganteknologi di masa mendatang, terbuka kemungkinan adanya penggunaanmedia jaringan lain selain internet dalam e-commerce. Jadi pemikiran kita jangan hanya terpaku pada penggunaan media internet belaka.

Penggunaaninternet dipilih oleh kebanyakan orang sekarang ini karenakemudahan-kemudahan yang dimiliki oleh jaringan internet, yaitu:

Internet sebagaijaringan publik yang sangat besar (huge/widespread network), layaknyayang dimiliki suatu jaringan publik elektronik, yaitu murah, cepat dankemudahan akses.

Menggunakanelectronic data sebagai media penyampaian pesan/data sehingga dapatdilakukan pengiriman dan penerimaan informasi secara mudah dan ringkas,baik dalam bentuk data elektronik analog maupun digital.

Dari apa yang telah diuraikan di atas, dengan kata lain; di dalam e-commerce, para pihak yang melakukan kegiatan perdagangan/perniagaan hanya berhubungan melalui suatu jaringan publik (public network) yang dalam perkembangan terakhir menggunakan media internet.

E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers), manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara (intermediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (komputer networks) yaitu internet.

Julian Ding dalam bukunya E-commerce: Law & Practice, mengemukakan bahwa e-commerce sebagai suatu konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-commerce memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda.

Sedangkan Onno W. Purbo dan Aang Wahyudi yang mengutip pendapatnya David Baum, menyebutkan bahwa: “e-commerceis a dynamic set of technologies, aplications, and business proccesthat link enterprises, consumers, and communities through electronictransaction and the electronic exchange of goods, services, andinformation”. Bahwa e-commerce merupakan suatu set dinamisteknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan,konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdaganganbarang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.

E-commerce digunakan sebagai transaksi bisnis antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, antara perusahaan dengan pelanggan (customer), atau antara perusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan public. Jika diklasifikasikan, sistem e-commerce terbagi menjadi tiga tipe aplikasi, yaitu:

· Electronic Markets (EMs).

EMsadalah sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dankomunikasi untuk melakukan/menyajikan penawaran dalam sebuah segmenpasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yangditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sisteminformasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagipara penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga danproduk yang ditawarkan. Keuntungan fasilitas EMs bagi pelangganadalah terlihat lebih nyata dan efisien dalam hal waktu. Sedangkan bagipenjual, ia dapat mendistribusikan informasi mengenai produk dan service yang ditawarkan dengan lebih cepat sehingga dapat menarik pelanggan lebih banyak.

· Electronic Data Interchange (EDI).

EDIadalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksireguler yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasikomersial.

Secara formal EDI didefinisikan oleh International Data Exchange Association (IDEA)sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telahdisetujui yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputeryang lain dengan menggunakan media elektronik”.

EDIsangat luas penggunaannya, biasanya digunakan oleh kelompok retail yangbesar ketika melakukan bisnis dagang dengan para supplier mereka.

EDImemiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehinggaorganisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung darisatu sistem komputer yang satu ke sistem komputer yang lain tanpamemerlukan hardcopy, faktur, serta terhindar dari penundaan, kesalahanyang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi darimanusia.

Keuntungan dalam menggunakan EDIadalah waktu pemesanan yang singkat, mengurangi biaya, mengurangikesalahan, memperoleh respon yang cepat, pengiriman faktur yang cepatdan akurat serta pembayaran dapat dilakukan secara elektronik.

· Internet Commerce.

Internet commerce adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi

informasidan komunikasi untuk perdagangan. Kegiatan komersial ini seperti iklandalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan diinternet antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akandikirim melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer kerekening penjual.

Penggunaaninternet sebagai media pemasaran dan saluran penjualan terbuktimempunyai keuntungan antara lain untuk beberapa produk tertentu lebihsesuai ditawarkan melalui internet; harga lebih murah mengingat membuatsitus di internet lebih murah biayanya dibandingkan dengan membukaoutlet retail di berbagai tempat; internet merupakan media promosiperusahaan

danproduk yang paling tepat dengan harga yang relatif lebih murah; sertapembelian melalui internet akan diikuti dengan layanan pengantaranbarang sampai di tempat pemesan.

Supply Chain Management

“Semakin cepat dan efisien pergerakan barang-barang dari bahanmentah hingga kepada klien, maka akan semakin memuaskan klien tersebutdan akan semakin menambah profit juga bagi anda. Columbus IT memilikisolusi tersebut untuk diciptakan pada setiap langkah suplay chain anda“ -- Steen Hagengaard, CM, Columbus IT Denmark. Sebagai pabrikasi, anda harus membuat rencana, manajemen danpengawasan untuk transportasi dan penyimpanan dari bahan mentah,inventory hingga menjadi barang jadi dari titik dimana anda memulaipabrikasi sampai masuk ke klien. Di jaman ekonomi yang serba canggihmembawa anda kepada teknologi terbaru, perputran produksi yang lebihcepat, dan permintaan klien yang lebih banyak. Supply Chain Managementmemungkinkan anda untuk mengkontrol supply chain anda secara efisien.Microsoft Dynamic AX dan implementasi dari Columbus IT memberikan andadi pihak yang kompetitif.

Microsoft Dynamic AX merupakan dasar yang kuat untuk supply chainanda. Microsoft Dynamic AX efisien, dapat dipercaya dan sangat mudahdimodifikasi seuai dengan kebutuhan bisnis anda. Dan Columbus IT telahbekerjasama dengan banyak perusahaan2 manufacturing untukmengimplementasikan Dynamic AX dan mengefisienkan supply chain mereka,sehingga kami mengetahui modifikasi dan modul yang apa yang cocok untuksupply chain anda dengan harga yang paling sesuai.

Dengan modifikasi modul dari Columbus IT, anda akan mendapatkanbahwa anda dapat mengurangi biaya operasional anda, dan dengan segeradapat merespon permintaan dari setiap klien anda. Banyak keuntunganyang akan anda dapatkan dari laporan dan forecast supply managementkami, dimana hal tersebut dapat meminimalisasikan waktu anda dan mampumemberikan keputusan terbaik untuk pembelian.

Master Planning

Modul master planning untuk Microsoft Dynamic AX memberikan controlsepenuhnya pada forecasting dan scheduling anda. Modul tersebut mampumengumpulkan informasi dari modul lainnya, seperti logistic, yangmemberikan anda laporan lengkap dan terkini mengenai supply chainsecara keseluruhan, sehingga anda dapat melihat forecast nya dan dapatmembuat keputusan secara benar untuk supplies dan product flow.

Pertama, jadwal forecast menggunakan product forecast sehingga andadapat melihat perubahan yang akan dalam jangka panjang untuk materialdan kapasitas, dan juga perubahan pada bagian lainnya sebelumpermintaan dan pasar berubah menjadi suatu masalah. Modul ini akanmemberikan jalan keluar untuk antisipasi sebelum terjadi masalah danmemberi peluang kepada perusahaan untuk lebih kompetitif.

Kedua, master scheduling dapat mencocokkan kapasitas yang ada denganpermintaan berdasarkan total order (current + production) untukmengoptimalkan alur material melalui supply chain. Anda dapat mengaksesmaster scheduling beberapa kali dalam sehari dalam cara yang sama untukmendapatkan real-time report selanjutnya


E-goverment

Berbeda dengan definisi e-Commerce maupune-Business yang cenderung universal, e-Government sering digambarkanatau dideskripsikan secara cukup beragam oleh masing-masing individuatau komunitas. Pertama-tama marilah dikaji terlebih dahulu bagaimanalembaga-lembaga non-pemerintah memandang ruang lingkup dan domain darie-Government.

Bank Dunia (World Bank) memberikan definisi istilah e-governmentyaitu penggunaan teknologi informasi oleh badan-badan pemerintahan yangmemiliki kemampuan untuk mewujudkan hubungan dengan warga negara,pelaku bisnis dan lembaga-lembaga pemerintahan yang lain.

Di sisi lain, UNDP (United Nation Development Programme) dalam suatukesempatan mendefinisikannya secara lebih sederhana, yaitu: E-government is the application of Information and Communicat-ion Technology (ICT) by government agencies.

Sedangkan konsep yang diusung oleh EZ Gov, selaku konsultan dalampenerapan e-government, memiliki pengertian penyederhanaan praktekpemerintahan dengan mempergunakan teknologi informasi dan komunikasi,dimana dari pengertian tersebut dibagi lagi menjadi dua pembidangan,yaitu :

* online sevices: adalah bagaimana pemerintahmenjalankan fungsinya ke luar, baik itu masyarakat maupun kepada pelakubisnis. Tetapi yang terpenting disini adalah pemerintah menawarkanpelayanan yang lebih sederhana dan mudah kepada pihak yang terkait,contohnya seperti pembayaran retribusi, pajak properti atau lisensi.

* government operations: adalah kegiatan yangdilakukan dalam internal pemerintah, lebih khusus lagi adalah kegiatanyang dilakukan oleh pegawai pemerintah seperti electronic procurement,manajemen dokumen berbasiskan web, formulir elektronik dan hal-hal lainyang dapat disederhanakan dengan penggunaan internet.

Setelah melihat bagaimana lembaga atau institusi mendefinisikane-Government, ada baiknya dikaji pula bagaimana sebuah pemerintahanmenggambarkannya karena pengertian dari konsep e-government tidakterbatas pada pengertian yang telah disebutkan diatas, masing-masingnegara yang menerapkan konsep e-government ini memiliki pengertianmasing-masing yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan dari negaraitu sendiri. Contohnya di Kanada, konsep e-government yang diterapkandidalamnya lebih menekankan pada public services atau pelayanan untukpublik (dalam pengertian ini berarti masyarakat), dimana diwujudkanpada pelayanan dari pemerintah kepada warga negara secara onlinesehingga warga negara bisa mendapatkan informasi dan pelayanan daripemerintah federal, propinsi dan lokal dalam situs tersebut. Sedangkanpengertian e-government menurut pemerintah India lebih ditekankan padakebebasan warga negaranya untuk memilih tempat dan waktu dalammengakses informasi dan mempergunakan layanan pemerintah.

MANFAAT e-GOVERNMENT

Tanpa mengecilkan arti dari contoh definisi yang telah dipaparkansebelumnya, setidak-tidaknya ada tiga kesamaan karakteristik darisetiap definisi e-Government, yaitu:

Merupakan suatu mekanisme interaksi baru (moderen) antarapemerintah dengan masyarakat dan kalangan lain yang berkepentingan(stakeholder); dimanaMelibatkan penggunaan teknologi informasi (terutama internet); dengan tujuanMemperbaiki mutu (kualitas) pelayanan.Jadi dapat di gambarkan manfaat yang diperoleh dengan diterapkannya konsep e-Governmnet bagi suatu negara, antara lain:

Memperbaiki kualitas pelayanan pemerintah kepada parastakeholder-nya (masyarakat, kalangan bisnis, dan industri) terutamadalam hal kinerja efektivitas dan efisiensi di berbagai bidangkehidupan bernegara;Meningkatkan transparansi, kontrol, dan akuntabilitaspenyelenggaraan pemerintahan dalam rangka penerapan konsep GoodCorporate Governance;Mengurangi secara signifikan total biaya administrasi, relasi, daninteraksi yang dikeluarkan pemerintah maupun stakeholdernya untukkeperluan aktivitas sehari-hari;Memberikan peluang bagi pemerintah untuk mendapatkan sumber-sumberpendapatan baru melalui interaksinya dengan pihak-pihak yangberkepentingan;Menciptakan suatu lingkungan masyarakat baru yang dapat secaracepat dan tepat menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi sejalandengan berbagai perubahan global dan trend yang ada;Memberdayakan masyarakat dan pihak-pihak lain sebagai mitrapemerintah dalam proses pengambilan berbagai kebijakan publik secaramerata dan demokratis.Dengan kata lain, negara-negara maju memandang bahwa implementasie-Government yang tepat akan secara signifikan memperbaiki kualitaskehidupan masyarakat di suatu negara secara khusus, dan masyarakatdunia secara umum. Oleh karena itu, implementasinya di suatu negaraselain tidak dapat ditunda-tunda, harus pula dilaksanakan secaraserius, dibawah suatu kepemimpinan dan kerangka pengembangan yangholistik, yang pada akhirnya akan memberikan/ mendatangkan keunggulankompetitif secara nasional.

TUJUAN PENERAPAN e-GOVERNMENT

Konsep e-government diterapkan dengan tujuan bahwa hubunganpemerintah baik dengan masyarakatnya maupun dengan pelaku bisnis dapatberlangsung secara efisien, efektif dan ekonomis. Hal ini diperlukanmengingat dinamisnya gerak masyarakat pada saat ini, sehinggapemerintah harus dapat menyesuaikan fungsinya dalam negara, agarmasyarakat dapat menikmati haknya dan menjalankan kewajibannya dengannyaman dan aman, yang kesemuanya itu dapat dicapai dengan pembenahansistem dari pemerintahan itu sendiri, dan e-government adalah salahsatu caranya. Selain itu tujuan penerapan e-government adalah untukmencapai suatu tata pemerintahan yang baik (good governance).

PENERAPAN e-GOVERNMENT

Tetapi berbicara mengenai e-government bukan berarti hanyamenerapkan sistem pemerintahan secara elektronik saja atau dengan katalain otomatisasi sistem, melainkan mempunyai pengertian yang lebihmendalam daripada itu.

Pertama-tama yang harus dilihat adalah bagaimana sistem pemerintahanberjalan sebelum penerapan e-government, karena untuk menjalankane-government diperlukan suatu sistem informasi yang baik, teratur dansinergi dari masing-masing lembaga pemerintahan, sehingga darikesemuanya itu bisa didapatkan suatu sistem informasi yang terjalindengan baik. Karena dengan sistem informasi yang demikian akanmemudahkan pemerintah dalam menjalankan fungisnya ke masyarakat. Dalampengertian sistem informasi secara umum, maka unsur-unsur yangterkandung didalamnya adalah manusia, teknologi, prosedur danorganisasi. Untuk memenuhi konsep sistem informasi yang baik maka darimasing-masing unsur tersebut harus memiliki standar yang harus dipatuhidan dijalankan, sehingga sistem informasi dari satu lembaga pemerintahke lembaga pemerintah lainnya dapat terhubung, dan informasi yangdihasilkan dari sistem informasi tersebut bisa dipergunakan untukkeperluan pemerintah dalam menjalankan fungsinya baik kedalam maupunkeluar.

Kemudian dalam konteks e-government, maka kita akan berbicaramengenai sistem informasi yang berbasiskan komputer, karena untukmewujudkan e-government tidak ada jalan lain bahwa yang harus dilakukanpertama-tama adalah mengotomatisasi semua unsur yang terdapat dalamsistem informasi dan untuk memperlancar otomatisasi tersebut makadipergunakanlah teknologi ICT yang dapat mendukung yaitu komputer.Sistem informasi yang berbasiskan komputer menggunakankomponen-komponen berikut ini seperti data, prosedur, manusia, softwaredan hardware. Tetapi sebelum menjalankan sistem informasi yangberbasiskan komputer, sebelumnya yang harus dibenahi adalah sisteminformasi yang bukan berbasiskan komputer, karena otomatisasi tidakakan mempunyai pengaruh yang signifikan apabila sistem informasi yangbukan berbasiskan komputernya belum bagus.

Tujuan dari penerapan e-government yang disarikan dari pemahamannegara-negara asing yang sudah menerapkan konsep ini, adalah mencapaiefisiensi, efektifitas dan nilai ekonomis dari praktek layananpemerintah ke masyarakat. Tetapi tujuan ini sebenarnya memilikipengertian lebih, dimana yang diharapkan dari penerapan konsepe-government adalah restrukturisasi sistem pemerintahan yang sudah adaagar hasil yang dicapai dengan menerapkan e-government bisa maksimal.Hal ini berarti ada masalah sistem kerja, personil, dan budaya kerjayang harus diperhatikan sebelum menerapan e-government.

Ada beberapa contoh dari penerapan konsep e-government di Indonesia,yaitu Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada tahun 2001 menggelar koneksionline antar 26 kecamatan, sehingga semua aktivitas UPT (Unit PelayananTerpadu) dapat berjalan online. Dana yang dikeluarkan untuk menjalankanprogram ini senilai Rp 1,23 miliar. Kemudian contoh-contoh lainnyaadalah di Kabupaten Tarakan, Kalimantan Timur, salah satu kabupaten diSulawesi dan Riau yang sudah menyediakan informasi pemerintah daerahsecara online.

Apabila dilihat dari contoh-contoh yang telah disampaikan diatas,maka dapat disimpulkan bahwa praktek e-government yang dilakukan olehpemerintah daerah tersebut adalah yang berbentuk pelayanan pemerintahke masyarakat dalam hal penyampaian informasi atau lebih jauh lagipembuatan KTP online. Hal ini membuktikan bahwa hanya sedikitpemerintah daerah yang sudah mulai mengerti bahwa teknologi informasidapat dipergunakan untuk mempermudah pekerjaan mereka dan bahkanmelakukan hubungan dengan masyarakatnya. Walaupun hanya sebatas dalambentuk pemberian informasi secara sepihak yaitu dari pemerintah kemasyarakat.

Namun ada satu masalah yang timbul disini, yaitu mengenai pemahamandari pihak pemerintah daerah mengenai esensi dan tujuan dari penerapane-government ini. Karena jangan sampai hanya masalah ketakutan akanketinggalan dari negara lain dalam masalah teknologi, dan ditambahdengan kewenangan yang dimiliki oleh masing-masing propinsi akibat dariotonomi daerah akan membuat masing-masing daerah berlomba untukmenerapkan e-government di wilayahnya. Padahal, esensi dan tujuan darie-government tidak tercapai, Hal ini, tentu akan mengakibatkanpenerapan e-government menjadi sia-sia.

Disinilah letak pentingnya pengaturan dari pusat, karena biarbagaimanapun pemerintah pusat tetap memegang kewenangan, seperti yangdiatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang PemerintahanDaerah atau yang sering disebut sebagai Otonomi Daerah. Memang dalampasal 7 Undang-undang yang sama disebutkan bahwa daerah mempunyaikewenangan dalam seluruh bidang pemerintahan kecuali dalam bidangpolitik luar negeri, pertahanan keamanan, peradilan, moneter danfiskal, agama serta kewenangan bidang lain. Kewenangan yang dimilikioleh daerah meliputi kebijakan tentang perencanaan nasional danpengendalian pembangunan nasional secara makro, dana perimbangankeuangan, sistem administrasi negara dan lembaga perekonomian negara,pembinaan dan pemberdayaan sumber daya manusia, pendayagunaan sumberdaya alam serta teknologi tinggi yang strategis, konservasi, danstandarisasi nasional. Dari pasal ini sudah jelas ada pembatasan bagidaerah dalam menjalankan wewenangnya, dalam hal penerapan e-governmentjelas termasuk ke dalam kewenangan pemerintah daerah, asalkan tidakmengganggu pertahanan dan keamanan negara serta masalah fiskal jugamoneter.

Pengaturan dari pusat ini bisa berupa standar minimal dalam halpenerapan e-government di daerah-daerah dan hal-hal apa yang harusdiperhatikan dalam menerapkan e-government. Hal ini penting agarstabilitas negara tetap terjaga dan tidak timbul perpecahan antardaerah akibat persaingan dalam menerapkan e-government. Tetapi tentusaja pengaturan itu tidak dapat terwujud sebelum pemerintah mengertiapa esensi dan tujuan dari e-government itu sendiri. Pemahaman ini,tentu tidak serta merta diterapkan ke dalam praktek pemerintahanIndonesia, karena butuh penyesuaian terlebih dahulu dan pertimbanganmengenai hal-hal apa yang harus direstrukturisasi agar penerapane-government tidak menjadi sia-sia dan hanya membuang-buang dana negarasaja.