Sabtu, 21 November 2009

Model Referensi OSI dan TCP/IP

          Model Referensi OSI
                Dijelaskan pada gambar dibawah (tanpa medium fisik) Model OSI (Open Systeem Interconection) diciptakan berdasarkan sebuah proposal yang dibuat oleh the International Standards Organization (ISO) sebagai langkah awal menuju standarisasi protokol internasional yang digunakan pada berbagai layer (Day dan Zimmerman, 1983) . Model ini disebut ISO OSI Referensi Model karena model itu ditujukan bagi pengoneksian Open system. Open system dapat diartikan sebagai suatu sistem yang terbuka untuk berkomunikasi dengan sistem-sistem lainnya .
Untuk ringkasnya, kita akan menyebut model tersebut sebagai model OSI saja.
Model OSI memiliki 7 layer.

Prinsip - prinsip yang digunakan bagi ke 7 layer tersebut adalah:
1. Sebuah layer harus dibuat bila diperlukan tingkat abstraksi yang berbeda
2. Setiap layer harus memiliki fungsi - fungsi tertentu
3. Fungsi setiap layer harus dipilih dengan teliti sesuai dengan ketentuan
     standar protokol internasional
4. Batas- batas layer diusahakan agar meminimalkan aliran informasi yang
      melewat interface
5. Jumlah layer harus cukup banyak, sehingga fungsi-fungsi yang berbeda tidak
    perlu disatukan dalam satu layer diluar keperluannya. Akan tetapi jumlah
    layer juga harus diusahakan sesedikit mungkin, sehingga arsitektur jaringan
    tidak menjadi sulit diakai.


OSI bukan merupakan suatu arsitektur jaringan, karena
-          model ini tidak menjelaskan secara pasti layanan dan protokolnya untuk digunakan pada setiap layernya.
-          Model OSI hanya menjelaskan tentang apa yang harus dikerjakan oleh sebuah layer.
Akan tetapi OSI juga telah membuat standard untuk semua layer, walaupun standard- standard ini bukan merupakan model referensi itu sendiri. Setiap layer telah dinyatakan sebagai standard internasional yang terpisah. Ada 7 Layer dalam OSI

  1.  Pysichal Layer
  2. Data Link
  3. Network
  4. Transport
  5. sesion
  6. Presentation
  7. Application

Model REferensi TCP/IP

                      Awalnya Model referensi TCP/IP digunakan oleh semua jaringan komputer ARPANET, yang pada akhirnya dipergunakan pada jaringan Internet.
ARPANET adalah jaringan riset yang disponsori oleh DoD ( Depertemen Pertahanan Amerika Serikat - US Departement of Defence). Pada saat itu ARPANET menghubungkan ratusan Universitas dan Insatnsi pemerintah dengan menggunakan kabel telepon sewaan. Pada saat sateilt dan radio ditambahkan ke sistem, ternyata protoko-protokolnya mendapatkan kesulitan dalam menghubungkan komputer-komputer yang tergabung. Untuk itu diperlukan model refernsi baru yang mampu untuk menghubungkan jaringan-jaringan komputer secara bersama-sama tanpa melihat adanya perbedaan-perbedaan yang merupak tujuan utama rancangan sejak saat itu. Arsitektur ini kemudian dikenal dengan model Refernsi TCP/IP.
Tujuan utama model Referensi TCP/IP adalah mengusahakan agar jaringa-jaringan yang telah ada mampu mempertahankan diri dari hilanya hardware-hardware subnet, dimana percakapan yang ada tidak terputus. Hal ini timbul akibat dari kekhawatiran Dod bahwa Host, router dan gateway internet yang sangat berharga itu akan tidak terpakai lagi. Dengan kata lain Dod mengharapkan koneksi tetap utuh selama mesin sumber dan mesin yang dituju tetap berfungsi, sekalipun sebagian mesin dan jalur transmisi yang terhubung menyulitkan operasi-operasi. Ada 4 Layer Dalam TCP/IP

  1. Internet
  2. Transport
  3. Application
  4. Host to Network


Perbandingan Antara Model Referensi OSI dan TCP/IP
Kedua model tersebut mempunyai banyak persamaan keduanya didasarkan pada konsep tumpukan (stack) protokol-protokol independent
misalnya :
1.      keduanya mempunyai layer-layer bersusun
2.      terdapat tarnsport layer
3.      layer-layer yang ada di atas transport layer merupakan pengguna-pengguna yang berorientasi aplikasi layanan transport.

Perbedaannya:
-          OSI,  memiliki 7 layer sedangkan TCP/IP hanya empat layer
-          OSI,  Komunikasi menunjang komunikasi COC pada network layer, dan hanya CO yang ada pada Transport layer, sedangkan pada TCP/IP hanya memiliki satu mode dalam network layer (Connectionless)


0 komentar: