Info Informatika

Mari Berbagi Pengetahuan Informatika. Belajar dan Belajar Dunia IT

Jasa Pembuatan Aplikasi

Menerima Pesanan Aplikasi Website, Aplikasi Desktop VB.net, Mobile Android - Blackberry

Terima Kasih Telah Berkunjung

Jaya Terus Dunia Informatika...

Jumat, 24 Desember 2010

Spyware

Spyware secara umum adalah sejenis program yg mengoleksi dan mentranfer informasi tentang seseorang dan kebiasaan browsingnya untuk keperluan iklan/promosi. Namun akhir2 ini spyware dpt digunakan untuk tujuan lain, yaitu mencuri data2 penting yg ada di komputer seseorang seperti, password, no PIN, alamat dll.
Spyware merupakan turunan dari adware, yang memantau kebiasaan pengguna dalam melakukan penjelajahan Internet untuk mendatangkan “segudang iklan” kepada pengguna. Tetapi, karena adware kurang begitu berbahaya (tidak melakukan pencurian data), spyware melakukannya dan mengirimkan hasil yang ia kumpulkan kepada pembuatnya (adware umumnya hanya mengirimkan data kepada perusahaan marketing).
Sedangkan  
Adware adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada sebuah jenis perangkat lunak mencurigakan (malicious software/malware) yang menginstalasikan dirinya sendiri tanpa sepengetahuan pengguna dan menampilkan iklan-iklan ketika pengguna berselancar di Internet.
Adware adalah salah satu jenis perangkat lunak yang bersifat “stealth” (tidak terlihat) dan seringnya terinstalasi ke dalam sistem ketika pengguna mengunduh perangkat lunak freeware atau shareware dari Internet. Ada banyak adware yang beredar di Internet, dan beberapa adware tersebut memantau kebiasaan pengguna dalam menjelajahi Internet, dan mengirimkan informasi ini kepada perusahaan marketing sehingga mereka mengirimkan iklan kepada pengguna yang bersangkutan. Beberapa perangkat lunak komersial juga mengandung komponen adware yang kadang disebutkan dalam End-User License Agreement (EULA) atau tidak. Contohnya adalah web browser Microsoft Internet Explorer 6.0 yang merangkul Alexa.com.

Tanda2 terkena spyware:
  1. Browser membuka popup yg tidak diinginkan, atau juga popup windows. Biasanya isinya spt ini “Your computer has been infected by spyware, click OK to download xxx anti spyware” //update
  2. Homepage pada browser berubah
  3. Adanya toolbar yg tidak dikenal di browser
  4. Pada menu favorite/ bookmark muncul link2 yg mengarah ke web yg berbau porno dan judi dll
  5. Munculnya shortcut di desktop yg mengarah ke web yg berbau porno atau judi dll
  6. Penurunan kinerja komputer secara drastis
  7. Program security seperti antivirus maupun firewall terdisable
  8. Di task manager terdapat service yg tidak dikenal
  9. Tagihan telpon melonjak (yg pakai koneksi dial up)
  10. Aktivitas sent pada saat idle lebih besar upload.
Cara Mencegah: 
  1. Gunakan anti spyware yg real time scanner (+ yg up to date)
  2. Gunakan firewall yg mempunyai inbound dan outbound protection
  3. Gunakan browser yg aman (firefox, opera). Kalo masih ingin menggunakan internet explorer, harap disetting yg aman.
  4. Jangan mengunjungi web yg bersifat porno,judi, dsb
  5. Tiap kali menginstall program dibaca dulu eulanya. Soalnya ada beberapa program yg terang2an di eulanya nulis akan menginstall spyware bersamaan dengan program.
  6. Gunakan operating system yg selalu up to date
  7. Jgn membuka attachment email jika dari orang yg tidak dikenal.
  8. Jgn mengklik “agree” or “ok” untuk menutup window. Lebih baik klik “x” atau tekan alt + f4
  9. Backup registry, soalnya kalo terkena spyware, walaupun sudah dibersihkan, registry akan tetap kacau
Cara Mengatasi:
  1. Scan dengan antispyware
  2. Lewat task manager->process, kill service2 yg berkaitan dengan spyware. Untuk detailnya, gunakan command prompt
    ketikan “tasklist /svc” (win xp pro). Disini ditampilkan setiap program yg dijalankaan oleh sebuah service. Atau gunakan “process explorer” Download disini
  3. Hapus registry yg berkaitan dengan spyware di
    hkey_local_machine\software\microsoft\windows\curr entversion -> run,run-, dan runonce
    biasanya ga perlu, soalnya biasanya sudah dihapus oleh porgram antispywarenya.
  4. Restore backup registry

Kamis, 23 Desember 2010

Mobile Advertising

Senin, 20 Desember 2010

Cara membobol Website

Cara cara seoarang hacker menembus ataupun menyusup dan juga merusak suatu website adalah sebagai berikut.Teknik teknik itu antara lain:

1. IP Spoofing
2. FTP Attack
3. Unix Finger Exploits
4. Flooding & Broadcasting
5. Fragmented Packet Attacks
6. E-mail Exploits
7. DNS and BIND Vulnerabilities
8. Password Attacks
9.Proxy Server Attacks
10. Remote Command Processing Attacks
11. Remote File System Attack
12. Selective Program Insertions
13. Port Scanning
14.TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening and Packet
15. HTTPD Attacks


1. IP Spoofing

IP Spoofing juga dikenal sebagai Source Address Spoofing, yaitu pemalsuan alamat IP attacker sehingga sasaran menganggap alamat IP attacker adalah alamat IP dari host di dalam network bukan dari luar network. Misalkan attacker mempunyai IP address type A 66.25.xx.xx ketika attacker melakukan serangan jenis ini maka Network yang diserang akan menganggap IP attacker adalah bagian dari Networknya misal 192.xx.xx.xx yaitu IP type C.

IP Spoofing terjadi ketika seorang attacker ‘mengakali’ packet routing untuk mengubah arah dari data atau transmisi ke tujuan yang berbeda. Packet untuk routing biasanya di transmisikan secara transparan dan jelas sehingga membuat attacker dengan mudah untuk memodifikasi asal data ataupun tujuan dari data. Teknik ini bukan hanya dipakai oleh attacker tetapi juga dipakai oleh para security profesional untuk men tracing identitas dari para attacker.

2. FTP Attack

Salah satu serangan yang dilakukan terhadap File Transfer Protocol adalah serangan buffer overflow yang diakibatkan oleh malformed command. tujuan menyerang FTP server ini rata-rata adalah untuk mendapatkan command shell ataupun untuk melakukan Denial Of Service. Serangan Denial Of Service akhirnya dapat menyebabkan seorang user atau attacker untuk mengambil resource didalam network tanpa adanya autorisasi, sedangkan command shell dapat membuat seorang attacker mendapatkan akses ke sistem server dan file-file data yang akhirnya seorang attacker bisa membuat anonymous root-acces yang mempunyai hak penuh terhadap system bahkan network yang diserang.

Tidak pernah atau jarang mengupdate versi server dan mempatchnya adalah kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang admin dan inilah yang membuat server FTP menjadi rawan untuk dimasuki. Sebagai contoh adalah FTP server yang populer di keluarga UNIX yaitu WU-FTPD yang selalu di upgrade dua kali dalam sehari untuk memperbaiki kondisi yang mengizinkan terjadinya bufferoverflow Mengexploitasi FTP juga berguna untuk mengetahui password yang terdapat dalam sistem, FTP Bounce attack (menggunakan server ftp orang lain untuk melakukan serangan), dan mengetahui atau mensniff informasi yang berada dalam sistem.

3. Unix Finger Exploits

Pada masa awal internet, Unix OS finger utility digunakan secara efficient untuk men sharing informasi diantara pengguna. Karena permintaan informasi terhadap informasi finger ini tidak menyalahkan peraturan, kebanyakan system Administrator meninggalkan utility ini (finger) dengan keamanan yang sangat minim, bahkan tanpa kemanan sama sekali. Bagi seorang attacker utility ini sangat berharga untuk melakukan informasi tentang footprinting, termasuk nama login dan informasi contact.

Utility ini juga menyediakan keterangan yang sangat baik tentang aktivitas user didalam sistem, berapa lama user berada dalam sistem dan seberapa jauh user merawat sistem. Informasi yang dihasilkan dari finger ini dapat meminimalisasi usaha cracker dalam menembus sebuah sistem. Keterangan pribadi tentang user yang dimunculkan oleh finger daemon ini sudah cukup bagi seorang atacker untuk melakukan social engineering dengan menggunakan social skillnya untuk memanfaatkan user agar ‘memberitahu’ password dan kode akses terhadap system.

4. Flooding & Broadcasting

Seorang attacker bisa menguarangi kecepatan network dan host-host yang berada di dalamnya secara significant dengan cara terus melakukan request/permintaan terhadap suatu informasi dari sever yang bisa menangani serangan classic Denial Of Service(Dos), mengirim request ke satu port secara berlebihan dinamakan flooding, kadang hal ini juga disebut spraying. Ketika permintaan flood ini dikirim ke semua station yang berada dalam network serangan ini dinamakn broadcasting. Tujuan dari kedua serangan ini adalah sama yaitu membuat network resource yang menyediakan informasi menjadi lemah dan akhirnya menyerah.

Serangan dengan cara Flooding bergantung kepada dua faktor yaitu: ukuran dan/atau volume (size and/or volume). Seorang attacker dapat menyebabkan Denial Of Service dengan cara melempar file berkapasitas besar atau volume yang besar dari paket yang kecil kepada sebuah system. Dalam keadaan seperti itu network server akan menghadapi kemacetan: terlalu banyak informasi yang diminta dan tidak cukup power untuk mendorong data agar berjalan. Pada dasarnya paket yang besar membutuhkan kapasitas proses yang besar pula, tetapi secara tidak normal paket yang kecil dan sama dalam volume yang besar akan menghabiskan resource secara percuma, dan mengakibatkan kemacetan.

5. Fragmented Packet Attacks

Data-data internet yang di transmisikan melalui TCP/IP bisa dibagi lagi ke dalam paket-paket yang hanya mengandung paket pertama yang isinya berupa informasi bagian utama( kepala) dari TCP. Beberapa firewall akan mengizinkan untuk memroses bagian dari paket-paket yang tidak mengandung informasi alamat asal pada paket pertamanya, hal ini akan mengakibatkan beberapa type system menjadi crash. Contohnya, server NT akan menjadi crash jika paket-paket yang dipecah(fragmented packet) cukup untuk menulis ulang informasi paket pertama dari suatu protokol.

6. E-mail Exploits

Peng-exploitasian e-mail terjadi dalam lima bentuk yaitu: mail floods, manipulasi perintah (command manipulation), serangan tingkat transportasi(transport level attack), memasukkan berbagai macam kode (malicious code inserting) dan social engineering(memanfaatkan sosialisasi secara fisik). Penyerangan email bisa membuat system menjadi crash, membuka dan menulis ulang bahkan mengeksekusi file-file aplikasi atau juga membuat akses ke fungsi fungsi perintah (command function).

7. DNS and BIND Vulnerabilities

Berita baru-baru ini tentang kerawanan (vulnerabilities) tentang aplikasi Barkeley Internet Name Domain (BIND) dalam berbagai versi mengilustrasikan kerapuhan dari Domain Name System (DNS), yaitu krisis yang diarahkan pada operasi dasar dari Internet (basic internet operation).

8. Password Attacks

Password merupakan sesuatu yang umum jika kita bicara tentang kemanan. Kadang seorang user tidak perduli dengan nomor pin yang mereka miliki, seperti bertransaksi online di warnet, bahkan bertransaksi online dirumah pun sangat berbahaya jika tidak dilengkapi dengan software security seperti SSL dan PGP. Password adalah salah satu prosedur kemanan yang sangat sulit untuk diserang, seorang attacker mungkin saja mempunyai banyak tools (secara teknik maupun dalam kehidupan sosial) hanya untuk membuka sesuatu yang dilindungi oleh password.

Ketika seorang attacker berhasil mendapatkan password yang dimiliki oleh seorang user, maka ia akan mempunyai kekuasaan yang sama dengan user tersebut. Melatih karyawan/user agar tetap waspada dalam menjaga passwordnya dari social engineering setidaknya dapat meminimalisir risiko, selain berjaga-jaga dari praktek social enginering organisasi pun harus mewaspadai hal ini dengan cara teknikal. Kebanyakan serangan yang dilakukan terhadap password adalah menebak (guessing), brute force, cracking dan sniffing.

9.Proxy Server Attacks

Salah satu fungsi Proxy server adalah untuk mempercepat waktu response dengan cara menyatukan proses dari beberapa host dalam suatu trusted network. Dalam kebanyakan kasus, tiap host mempunyai kekuasan untuk membaca dan menulis (read/write) yang berarti apa yang bisa saya lakukan dalam sistem saya akan bisa juga saya lakukan dalam system anda dan sebaliknya.

10. Remote Command Processing Attacks

Trusted Relationship antara dua atau lebih host menyediakan fasilitas pertukaran informasi dan resource sharing. Sama halnya dengan proxy server, trusted relationship memberikan kepada semua anggota network kekuasaan akses yang sama di satu dan lain system (dalam network).
Attacker akan menyerang server yang merupakan anggota dari trusted system. Sama seperti kerawanan pada proxy server, ketika akses diterima, seorang attacker akan mempunyai kemampuan mengeksekusi perintah dan mengkases data yang tersedia bagi user lainnya.

11. Remote File System Attack

Protocol-protokol untuk tranportasi data –tulang punggung dari internet— adalah tingkat TCP (TCPLevel) yang mempunyai kemampuan dengan mekanisme untuk baca/tulis (read/write) Antara network dan host. Attacker bisa dengan mudah mendapatkan jejak informasi dari mekanisme ini untuk mendapatkan akses ke direktori file.

12. Selective Program Insertions

Selective Program Insertions adalah serangan yang dilakukan ketika attacker menaruh program-program penghancur, seperti virus, worm dan trojan (mungkin istilah ini sudah anda kenal dengan baik ?) pada system sasaran. Program-program penghancur ini sering juga disebut malware. Program-program ini mempunyai kemampuan untuk merusak system, pemusnahan file, pencurian password sampai dengan membuka backdoor.

13. Port Scanning

Melalui port scanning seorang attacker bisa melihat fungsi dan cara bertahan sebuah system dari berbagai macam port. Seorang atacker bisa mendapatkan akses kedalam sistem melalui port yang tidak dilindungi. Sebaia contoh, scaning bisa digunakan untuk menentukan dimana default SNMP string di buka untuk publik, yang artinya informasi bisa di extract untuk digunakan dalam remote command attack.

14.TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening and Packet

Interception TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening dan Packet Interception berjalan untuk mengumpulkan informasi yang sensitif untuk mengkases network. Tidak seperti serangan aktif maupun brute-force, serangan yang menggunakan metoda ini mempunyai lebih banyak kualitas stealth-like.

15. HTTPD Attacks

Kerawanan yang terdapat dalam HTTPD ataupun webserver ada lima macam: buffer overflows, httpd bypasses, cross scripting, web code vulnerabilities, dan URL floods.

HTTPD Buffer Overflow bisa terjadi karena attacker menambahkan errors pada port yang digunakan untuk web traffic dengan cara memasukan banyak carackter dan string untuk menemukan tempat overflow yang sesuai. Ketika tempat untuk overflow ditemukan, seorang attacker akan memasukkan string yang akan menjadi perintah yang dapat dieksekusi. Bufer-overflow dapat memberikan attacker akses ke command prompt.

Mobile Advertising

Referensi 

         Dunia pemasaran telah memasuki era baru yang revolusioner. Pada saat efektifitas komunikasi pemasaran tradisional mengalami penurunan, sebuah metode baru di dunia pemasaran mengalami perkembangan signifikan. Cara baru tersebut dikenal sebagai “pemasaran digital” yang menggabungkan faktor-faktor psikologis, humanis, antropologis, dan teknologis melalui multimedia dengan kapasitas besar dan interaktif. Hasilnya adalah babak baru interaksi antara produsen, intermediari pasar[2], dan konsumen, dengan perantaraan medium teknologi begerak (mobile) sebagai unsur dominan.
Penggunaan telepon seluler sebagai saluran utama komunikasi yang terus bermetamorfosis seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi mampu mengubah pola-pola akses informasi dari waktu ke waktu. Bahkan menurut Okazaki dan Taylor (2008: 9), saat ini ponsel bukan lagi sekadar alat komunikasi melainkan sebuah entertainment device, bahkan media.
       Tren komunikasi pemasaran melalui media baru salah satunya berbentuk Mobile Advertising yang menggunakan telepon seluler sebagai medium utama. Dalam konteks komunikasi pemasaran termediasi, telepon menjadi medium yang dapat digunakan untuk melakukan one on one communication dengan pelanggan. Hampir semua pesan yang diterima oleh pengguna telepon seluler, dibuka secara personal oleh penggunanya. Berbeda dengan perlaku bermedia pada umumnya, semua pengguna telepon seluler membawa ponselnya kemanapun ia pergi. Ini adalah potensi kelebihan signifikan telepon seluler yang tidak dimiliki oleh media massa lainnya sehingga pesan yang dikirimkan benar-benar tertuju kepada pengguna ponsel tersebut sesuai segmen pasar yang diinginkan oleh pemasang iklan.
Di Indonesia, meskipun penetrasi penggunaan telepon seluler tahun 2007 masih rendah dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara, pertumbuhan industri seluler di Indonesia signifikan pertumbuhannya dalam 10 tahun terakhir, bahkan tumbuh dua kali lipat dalam 20 bulan terakhir (Indosat, 2008). Pengenalan kartu prabayar di tahun 1998 menjadi pemicu (trigger) makin cepatnya penambahan pelanggan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2002 mislanya, jumlah pemilik telepon seluler sudah melampaui pemilik fixed phone (telepon tetap di rumah) (Indosat, 2008).
Sementara itu, populasi pengguna simcard di Indonesia sampai November 2008 sebesar 120 juta pelanggan (GSM & CDMA) yang tersebar di 12 operator telekomunikasi. Proyeksi tahun depan akan mencapai total 160 juta pelanggan (Indosat, 2008). Menurut (Seta, 2006: 1), melonjaknya jumlah pengguna ponsel di negara ini tidak terlepas dari semakin murahnya biaya kepemilikan dan tarif penggunaan, menjadikan ponsel lebih dapat diakses oleh golongan ekonomi yang lebih luas—terlebih golongan menengah ke bawah. Hal ini nampak dari cenderung turunnya pendapatan pengelola jaringan (network operator) yang biasanya diukur melalui ARPU (Average Revenue Per User) dari tahun ke tahun.
Pertumbuhan telepon seluler juga diimbangi dengan maraknya teknologi broadband yang mendukung koneksi ke internet. Munculnya teknologi broadband bahkan memudahkan orang mengakses internet di mana saja dengan teknologi mobile. Bila teknologi AMPS (generasi pertama/1G) yang muncul pada awal 1990-an sekadar melampaui keterbatasan fungsi telepon yang statis menjadi dinamis, serta hanya menampilkan suara, maka pada teknologi GSM (generasi kedua/2G) yang bergerak pada pertengahan dekade 1990-an, teknologi seluler tidak hanya mampu menjadi wahana tukar informasi dalam bentuk suara tetapi juga data, berupa teks dan gambar (SMS dan MMS). Karena murah, akses teknologi mobile generasi kedua ini berkembang pesat di Indonesia, sehingga memasuki 2000-an, handphone menjadi perangkat hidup (gadget) sehari-hari (Supriyanto dan Yusuf, 2007: 104-105).
        Sejak tahun 2006, masyarakat di Indonesia sudah bisa menikmati layanan audio-visual yang lebih canggih dengan teknologi generasi ketiga (3G). Ada juga pilihan koneksi internet ke aplikasi seluler dengan sistem UMTS, WiFi, dan WiMax. Berkaitan dengan kecepatan akses, beberapa jaringan operator seluler sudah memiliki jaringan paling cepat yang dikenal dengan high-speed downlik packet access (HSDPA) atau yang sering disebut dengan 3,5G, yaitu generasi yang merupakan penyempurnaan dari 3G. Terakhir, vendor maupun operator seluler sudah mulai menggunakan teknologi next generation network (NGN) atau 4G (Subarkah, Kompas, 29 Juni 2007).
       Pada awalnya, media untuk mengakses informasi mengharuskan seseorang berada di satu tempat agar dapat menerimanya. Saat menonton TV misalnya, seseorang harus berada di ruang TV. Generasi pertama ini disebut sebagai “First Screen” karena informasi yang terjadi satu arah. Perkembangan berikutnya bergeser ke media PC (personal computer) yang digunakan untuk mengakses internet. Generasi kedua ini prinsipnya hampir sama dengan TV yang mengharuskan berada di depan perangkat komputer. Bedanya, informasi sudah dua arah karena memungkinkan respon balik, disebut sebagai “Second Screen” yang dianggap sebagai pemicu timbulnya arus informasi yang mengarah pada personalisasi. Trend media terakhir, atau generasi ketiga menunjukkan bahwa perangkat telepon seluler (mobile) menjadi alat komunikasi personal yang memungkinkan pemiliknya menerima informasi dimana saja dengan interaktifitas dan mobilitas tinggi. Inilah disebut “Third Screen” (Euromonitor, 2008).
Melihat dari potensi dan perkembangan teknologi komunikasi bergerak serta penggunaanya dalam bidang bisnis, bentuk advertensi dengan media komunikasi bergerak (Mobile Advertising) saat ini masih sangat kurang. Karena itu diperlukan terobosan baru utnuk menjawab tantangan konvergensi layanan dalam komunikasi bergerak. Bagi operator penyedia jasa layanan telekomunikasi, untuk selalu menjadi yang terdepan dalam mutu dan ragam pelayanan, merupakan usaha berkesinambungan yang harus dilakukan dengan penuh perhitungan, inovasi dan kreativitas. Dengan adanya penyediaan saluran (channel) baru untuk advertensi yang dapat diakses via telepon seluler dibandingkan saluran advertensi konvensional (print ad, tv ad, radio ad), diharapkan akan memberikan pilihan kepada advertiser untuk memasarkan dan mensosialisasikan produk mereka. Di sisi lain adanya fitur–fitur baru yang menarik bagi pelanggan dan partner maka akan menciptakan new revenue generator untuk meningkatkan pendapatan dari bisnis selular.
       Bagi jaringan operator telekomunikasi, Mobile Advertising memberi banyak manfaat antara lain: Pertama, produk baru dalam manajemen jaringan telekomunikasi seluler maupun aplikasi fasilitas menjadi nilai tambah dalam berinovasi. Kedua, memberikan pendapatan tambahan bagi operator seluler—di luar pendapatan dari trafik pembicaraan—yaitu pendapatan dari advertensi dengan memanfaatkan teknologi layanan berbasis lokasi. Ketiga, meningkatkan peluang mendapatkan kepuasan pelanggan dan pengguna jasa operator telekomunikasi seluler, sebagai bentuk implementasi dari prinsip costumer intimacy. Keempat, Memberikan peluang timbulnya alternatif usaha-usaha baru di sektor telekomunikasi, seperti dalam hal penyedia muatan (content) layanan.
Salah satu teknologi komunikasi mobile pertama kali yang diaplikasikan dalam pemasaran adalah periklanan SMS. Periklanan SMS adalah sumber penting dari pemasukan bagi banyak operator, khususnya karena ini melibatkan “budaya pesan singkat” diantara remaja dan profesional muda (Sadeh, 2002). Salah satu keuntungan dari SMS adalah bahwa ini bisa mempergunakan kesempatan tren “always on”, yang memungkinkan orang-orang punya akses ke internet secara virtual sepanjang hari. SMS juga bisa lebih interaktif dengan konsumen dibanding media tradisional. Banyak perusahaan mengirim alert-pesan pendek yang, dikirim ke pengguna alat mobile’ agar mereka tetap update tentang berita, cuaca, kondisi lalulintas dll- melalui sms. Ke deparinya, teknologi GPS (Global Positioning System) bisa juga masuk dalam periklanan. melalui SMS untuk mereka yang mencari informasi tempat yang tepat saat itu juga (Okazaki dan Taylor, 2008).
       Okazaki dan Taylor (2008) menyebutkan, studi empiris dari akademisi dan praktisi menyediakan pandangan dalam beberapa aspek dalam periklanan melalui SMS. Dalam studi pionir, Barwise dan Strong (2002; dalam Okazaki dan Taylor, 2008) melakukan percobaan periklanan melalui SMS di Inggris. Dalam rekriutmen, responden dibayar sejumlah uang sebagai insentif dan lebih dari 100 pesan iklan dalam enam minggu. Hampir semua responden merasa sangat puas, 63% responden melakukan aksi, dan 17% melanjutkan setidaknya satu pesan. Yang mengejutkan, sebanyak 84% dari responden sepertinya merekomendasikan periklanan melalui SMS ke temannya, sementara 24% setuju untuk menerimanya secara reguler. Hanya 7% yang mengacuhkan jasa tersebut.
Hal yang sama juga terjadi pada laporan survei industri yang sporadis memperlihatkan optimistik. Contohnya, pada sebuah survei percobaan yang dilakukan oleh Ericsson mengindikasikan bahwa 60% konsumen suka menerima periklanan melalui perangkat mobile. Sementara Quios menemukan bahwa level pengenalan dari periklanan melalui perangkat mobile sangat tinggi: 79% dari partisipan menelpon ulang 60% dari periklanan (Barnes, 2002; dalam Okazaki dan Taylor, 2008). Kebalikannya, sebuah studi oleh Tsang, Ho, dan Liang (2004; dalam Okazaki dan Taylor, 2008) menunjukkan dengan jelas sikap yang berhati-hati pada periklanan melalui perangkat mobile diantara orang-orang Taiwan.
       Ketentuan yang berhubungan dengan periklanan berbasis teknologi mobile adalah strategi “push-type” dan “pull-type”. Periklanan SMS melalui perangkat mobile termasuk dalam aplikasi push strategy (Barwise and Strong, 2002; dalam Okazaki dan Taylor, 2008). Artinya, arus informasi dan aktivitas pemasaran berlangsung dari produsen ke konsumen (Spiller and Beier, 2005). Dalam push strategy, pengiklan mengambil inisiatif dan mengirimkan pesan secara langsung ke konsumen tanpa mempedulikan apakah konsumen mau menerima pesan atau tidak. Sementara, pull srategy melibatkan pengiriman informasi yang diminta oleh konsumen (Barwise and Strong, 2002; dalam Okazaki dan Taylor, 2008).
Awalnya, push strategy dihubungkan dengan usaha untuk meningkatkan penjualan dalam waktu singkat. Faktanya, promosi Man melalui perangkat mobile pertama kali memfokuskan diri pada pembelian yang mendesak. Kini, perusahaan yang menggunakan iklan di perangkat mobile jugs mencoba menarik perhatian konsumen dan melahirkan respon konsumen ke tingkat yang lebih tinggi dibanding saluran pemasaran langsung lainnya, karena mereka bisa berhubungan lanngsung, yaitu dialog satu lawan satu dengan konsumen (Kavassalis et. Al, 2003; dalam Okazaki dan Taylor, 2008).
       Di Indonesia, salah satu penyedia jasa telekomunikasi yang menerapkan Mobile Advertising adalah Indosat. Dari 160 juta pelanggan telepon seluler di Indonesia, Indosat menduduki posisi kedua dengan basis pelanggan sebesar 39 juta sampai akhir November 2008 dengan jumlah register Mobile advertising sebanyak 250.000 pelanggan (Indosat, 2008). Mobile advertising yang diterapkan Indosat tersebut dinamakan I-KLAN (Indosat Iklan).
Sebagai sebuah entitas aplikasi teknologi, mobile advertising memiliki kelebihan dan kekurangan. Mobile Advertising memiliki kelebihan berupa pesan bersifat personalized, sesuai dengan target market yang ingin dicapai. Kelebihan lain dari Mobile Advertising adalah sifatnya yang interaktif. Sedangkan kelemahan Mobile Advertising berangkat dari karakteristiknya yang sangat ”targeted” sehingga jangkauannya terbatas. Dari sisi konsumen, pesan-pesan iklan yang dikirimkan oleh pihak operator kadang-kadang berpotensi mengganggu penerima meskipun saat melakukan persetujuan menerima kiriman iklan konsumen sudah membuat kesepakatan dengan keuntungan tertentu sebagai kompensasi menerima iklan (misalnya gratis sms, pernambahan pulsa, dan sebagainya).
       Pemasaran berbasis lokasi yang bisa dijangkau mobile advertising antara lain kemampuan untuk menyediakan layanan prakiraan cuaca, panduan restoran, peta hotel terdekat, panduan menuju sebuah alamat, dan perkembangan terbaru lalu lintas. Fasilitas-fasilitas yang menggunakan teknologi terkini seperti FeliCa, Bluetooth, dan teknologi GPS (Global Positioning System) ini dinilai sebagai fitur media baru yang disukai konsumen. Dengan kecanggihan teknologi, produsen bisa memberikan penawaran yang disampaikan real time, atau pada saat konsumen sedang sangat membutuhkannya. Dengan cara ini perusahaan melakukan pull strategy, dan mengambil keuntungan dari kebutuhan konsumen. Dengan cara ini, pesan iklan  dapat ditempatkan secara efektif.
       Meski demikian, isu privasi dan keamanan akan mewarnai penetrasi peralatan mobile banyak berkembang di negara-negara maju. Meski demikian itu tidak menjamin, konsumen akan dengan siap menyambut periklanan mobile dengan perangkat mobile. Sebagaimana telah diketahui, isu SPAM telah menjadi pengganggu privasi yang sangat serius. Selain itu bulk e-mail yang seringkali berisi iklan, seringkali langsung dihapus oleh user, sebelum mereka sempat membacanya. Dengan demikian, privasi konsumen harus menjadi poin yang diperhatikan secara serius. Mengetahui level penerimaan konsumen terhadap sebuah pesan, akan menjadi pertimbangan utama untuk menentukan apakah perusahaan akan menerapkan startegi periklanan dengan perangkat mobile atau tidak.
Oleh karenanya, diperlukan pendekatan baru di dalam melihat fenomena mobile advertising. Disebabkan karena sifat interaktifitas media komunikasi baru, maka pokok-pokok pendekatan linear (SMCRE = source – message – channel - receiver – effect/feedback) komunikasi massa terasa kurang relevan lagi untuk media konvergen.
       Dalam catatan McMillan (2004), teknologi komunikasi baru memungkinkan sebuah media memfasilitasi komunikasi interpersonal yang termediasi. Dahulu ketika internet muncul di penghujung abad ke-21, pengguna internet dan masyarakat luas masih mengidentikkannya sebagai ”alat” semata. Berbeda halnya sekarang, internet menjadi ”media” tersendiri yang bahkan mempunyai kemampuan interaktif. Sifat interactivity dari penggunaan media konvergen telah melampaui kemampuan potensi umpan balik (feedback), karena seorang khalayak pengakses media konvergen secara langsung memberikan umpan balik atas pesan-pesan yang disampaikan. Karakteristik komunikasi massa tradisional di mana umpan baliknya tertunda menjadi lenyap karena kemampuan interaktif media konvergen, termasuk iklan dengan basis mobile. Kemampuan untuk menggunakan penyampaian pesan spesifik sesuai lokasi akan membuat perusahaan beralih ke periklanan dengan perangkat mobile.

Minggu, 19 Desember 2010

Source code PHP

Free Source code
Ini Projek selama gw kuliah, termasuk Tugas Akhir atau scripsi. gw ingin membagikan ke kalian, source code php. boleh kalian download sesuka hati kalian, dengan catatan => kalian harus merubah template serta merubah sedikit - dikitnya fiture yang lain. gunakan prinsip saya ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) jadilah sebuah projek kalian.


<= oke monggo di download =>

1. Rekrut Pegawai
2. Ecommerce Komputer
3. Wordpress-2.5.1
4. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan
5. Web Mail
6. Chating 
7. Replika Facebook (Jejaring Sosial)

Nantikan Yang lain
BersambunG

Sabtu, 18 Desember 2010

Hack Facebook


Begitu banyak orang mencari cara membobol password orang, atau acount orang, padahal yang saya nilai, buat apa anda menghack facebook..??? Apakah ada Guna ?? semua itu hanya di jawab, " mo iseng, mo ambil chips, dendam" dan masi banyak alesan yang saya dapatkan dari hasil survei teman-teman,  Menurut saya sendiri semua itu tidak ada gunanya, cuma kesenangan hati dalam dunia maya, ato mau pamer seorang hacker facebook. hahaha..

Tapi begitulah dunia maya, tidak jauh dari dunia hack. saya juga termasuk orang yang ingin tahu bagaimana cara menghack facebook, dan hingga akhirnya saya menemukan software yang menurut saya begitu mudah digunakan dan hasilnya memuaskan, walaupun saya masi suka mengumpulkan software hack facebook yang lain untuk membanding kan softwate siapa yang ampuh. setelah semua software saya analisis dan cara kerja software tersebut hanyalah rekayasa para pembuat software hack facebook. saya mencoba untuk membuat software yang mengandung backdoring dan bahasa pemrograman assembler untuk mencari string password yang digunakan target.. saya membuktikan beberapa password yang saya dapatkan dari aplikasi yang saya buat. saya buat software hack facebook hanya buat kesenangan, bukan untuk mencari popularitas hacker, dan mencari nama di dunia maya, dengan mudahnya software hacking saya buat, untuk digunakan para Newbie..  


Langkah penggunaan software Hack Facebook
  1. Tentukan target dengan mengambil ID target. atau alamat email yang digunakan
  2. Anda masukan kunci.text yang berisikan string data assembler untuk menjalankan backdoring
  3. Klik Started untuk memulai proses, catatan : "apabila user sedang aktif dalam facebook, software ini meminta anda untuk me-logoff automatis, jadi anda mengontrol facebook target"
  4. pilih data control yang ingin anda lihat, Misalkam : "Anda ingin menghack poker, hack foto profil, hack profil, hack email, send email boomber"
  5. pilih selesai untuk proses selanjutnya. dan menunggu proses, untuk mendapatkan password target, catatan :  "apabila proses selesai, aplikasi langsung membuka facebook target dan silahkan bersenang - senang"  
Apabila anda sudah masuk ke facebook target diharapkan tidak ISENG.. Hacking bukanlah sebuah permainanm tapi hacking hanya keinginan untuk mengetahui dan sebagai pembelajaran,
silahkan donlod softwarenya Kawan